Sejak berdirinya tahun 1401 H./1981 M., mulanya Pesantren Babussalam bertujuan untuk dakwah di pedesaan di mana pesantren ini berada, di samping untuk membendung gerakan Kristenisasi yang telah mengepung kota Bandung. Dalam perjalanannya, ternyata sambutan masyarakat luar biasa, bukan hanya masyarakat Ciburial saja tetapi sampai luar Bandung bahkan luar Jawa.
Pesantren ini juga membuka Pesantren di Pulau Selayar daerah Sulawesi Selatan yang pada awalnya hanya pengajian biasa dan kini melangkah pada Pendidikan Formal dari TK, SD, SMP, SMU dengan sistem kepesantrenan dan berasrama bagi tingkat SD, SMP dan SMU dan ditunjang dengan sarana komputer yang memadai dan telah menghasilkan lulusan terbaik.
Pesantren yang semula menempati tanah seluas 500 m² ini kini sudah menempati tanah seluas 5 hektar. Kini sudah fasilitas kelas, asrama, koperasi, pengobatan, percetakan sarana olah raga, perumahan guru/karyawan, lahan pertanian dan lain-lain.
Dengan adanya restrukturasi kepengurusan, dari tahun ke tahun telah mencapai kemajuan yang cukup baik, sehingga pada tahun ini terdapat delapan bidang kerja.
- Bidang Administrasi dan Personalia
- Bidang Keuangan dan Kerumah Tanggaan
- Bidang Pendidikan
- Bidang Dakwah
- Bidang Baitul Maal
- Bidang Sosial
- Bidang Humas
- Bidang Usaha
A. Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, saat ini terus membangun ruangan kelas dan sarana pendidikan lainnya seperti laboratorium IPA , lab. komputer, lab. bahasa, dan perpustakaan.
B. Bidang Da'wah
Selain mengadakan bimbingan rohani di majelis ta'lim, juga telah diadakan paket-paket kuliah seperti ma’rifatullah, kajian tafsir Qur'an, esoterik, mi’raj ruhani, paket keluarga sakinah, dan lain sebagainya.l
C. Bidang Sosial
Kini sedang membangun Panti Asuhan Darul Aitam yang telah menghabiskan dana kurang lebih Rp.700 juta yang terdiri dari lima lantai yang dananya berasal dari bantuan Bapak Tanri Abeng Rp.600 juta dan Rp.100 juta dari para jamaah Babussalam dari Bandung maupun kota lainnya.
Hingga saat ini, panti asuhan tersebut masih membutuhkan dana kurang lebih Rp.600 juta yang rencananya akan dibangun dengan kapasitas 115 kamar.
Panti asuhan ini nantinya akan menampung anak dari kalangan masyarakat prasejahtera, anak yatim/piatu dan anak pengungsi Aceh, Poso (Ambon) dan daerah konflik lainnya.
D. Bidang Usaha
Yayasan Babussalam memiliki Unit Usaha Koperasi, Pengobatan Alternatif, Penerbitan dan Percetakan, Dapur Umum serta Unit Haji dan Umroh.
E. Wilayah Kerja Yayasan
Dalam usaha pengembangan daerah kerja Yayasan Babussalam, telah dibuka beberapa cabang di daerah-daerah berikut:
- Selayar, Sulawesi Selatan pada pertengahan tahun 1992.
Pendidikan Kepesantrenan TK, SD, SMP, SMA. - Alor, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur tahun 2004.
Tahun 2004 dibuka Pendidikan SMA Plus Babussalam. - Wakatobi, Sulawesi Tenggara tahun 2004.
- Muaralabuh, Sumatera Barat tahun 2005.
- Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2005.
Cabang-cabang Yayasan Babussalam tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Yayasan Babussalam Pusat di Bandung dalam perencanaan, pengorganisasian, pembinaan terhadap tenaga kerja serta pengendalian operasional yayasan.




