Rasulullah saw dikenal sebagai pemimpin yang arif, cerdas dan pandai menjaga perasaan orang lain. Banyak kasus diselesaikan dengan cara yang bijaksana. Lihatlah ketika Rasulullah saw menyelesaikan persoalan Hajar Aswad.
Saat itu, baitullah yang tersapu banjir besar. Para ketua suku bersepakat untuk merenovasi baitullah, tempat ibadah yang sangat mulia. Ketika renovasi mencapai akhir, satu masalah penting muncul. Siapa yang harus meletakkan Batu Hitam mulia, Hajar Aswad? Semua orang tahu kemuliaan apa yang akan mereka dapatkan ketika mereka berhasil meletakan hajar aswad. Setiap suku mengklaim bawa dirinyalah yang paling berhak meletakkan batu hitam itu. Hampir saja terjadi peperangan antar suku. Akhirnya mereka bersepakat untuk menyerahkan urusan penting ini kepada orang yang pertama kali masuk dari arah Rukun Yamani. Saat itu Rasulullah saw yang masuk dari arah rukun yamani.










